Revisi Kedua Perda PBB Disepakati Legislatif-Eksekutif Yogya

BerandaJogjakarta.com – Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perdesaan dan perkotaan Kota Yogyakarta telah disetujui bersama antara dewan dan Pemkot Yogyakarta dalam rapat paripurna. Perda itu merevisi Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang perubahan Perda Nomor 11 tahun 2011 tentang PBB Perdesaan Perkotaan.

“Kami harap Pemkot Yogyakarta mensosialisasikan perda perubahan kedua tentang PBB ini. Walikota juga harus menindaklanjutinya dengan membuat Perwal terkait stimulan dan keringanan,” kata Ketua Pansus Perubahan Perda PBB, DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho, usai rapat paripurna, Kamis (19/11).

Ia menegaskan, revisi kedua perda PBB dilakukan karena adanya penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2020 yang mengakibatkan kenaikan signifikan pembayaran nilai ketetapan PBB, sehingga memberatkan wajib pajak. Perubahan mendasar pada koefisien pengali persentase tarif dan rentang atau range nilai jual objek pajak (NJOP).

“Perubahan tarif dan range NJOP berdasarkan kajian dari UGM. Pada Perda yang lama persentase tarif belum turun dan range NJOP kecil. Dalam revisi perda persentase tarif diturunkan dan range NJOP diperbesar,” jelasnya.

Perubahan tarif dan range NJOP dalam revisi perda yakni kelas 1 tarif 0,050 persen untuk NJOP = Rp 2 miliar, kelas 2 tarif 0,070 persen untuk NJOP = Rp 5 miliar, kelas 3 tarif 0,120 persen untuk NJOP = Rp 10 miliar, kelas 4 tarif 0,250 persen untuk NJOP = Rp 50 miliar dan kelas 5 tarif 0,300 persen untuk NJOP > Rp 50 miliar.

“Pengurangan nilai ketetapan PBB akan terjadi pada wajib pajak di kelas satu sampai empat. Kebanyakan wajib pajak PBB berada di range kelas satu. Jadi dalam raperda baru, ketetapan nilai PBB bisa berkurang sehingga masyarakat kecil tidak terbebani dan wajib pajak yang besar tetap,” terang Nurcahyo.

Dia menambahkan setelah raperda selesai diparipurnakan akan dilakukan supervisi ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Dengan demikian diharapkan perda PBB yang telah direvisi bisa dipakai untuk dasar nilai ketetapan PBB pada tahun 2021.

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan raperda perubahan kedua PBB sudah menjadi produk hukum yang disepekati eksekutif dan legilatif. Oleh sebab itu Pemkot Yogyakarta akan menaati dan melaksanakan dasar hukum PBB tersebut. Meski demikian pihaknya menegaskan ruang untuk pengajuan pengurangan PBB tetap dibuka.

“Kami taati dan sudah ada ketentuannya. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan dasar hukum yang ada. Namun masih ada ruang pengurangan PBB. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan besarnya ketetapan PBB. Apabila keberatan, bisa minta pengurangan,” tandas Haryadi.

Sumber: HarianMerapi.com

Latest news

Ketahui Manfaat dan Jenis Rak Gondola yang Sering Dipakai untuk Minimarket

BerandaJogja.com - Rak minimarket sangat penting peranannya bagi kebutuhan toko. Rak berfungsi untuk menampilkan produk, memudahkan pencarian barang, menghemat penggunaan ruang, dan...

Kenali 6 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Ala SehatQ

BerandaJogja - Jerawat bisa dikatakan sebagai salah satu masalah kulit yang paling sering terjadi. Di mana bisa membuat seseorang menjadi tidak nyaman...

CIMB Niaga Raih Penghargaan Utama Anugerah Inovasi Indonesia 2021

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih Penghargaan Utama kategori Sustainability atas Inovasi Literasi Keuangan Online yang dilakukan di tengah pandemi...

5 Makanan Indonesia yang Harganya Mahal Saat di Jual di Luar Negeri

Akhir-akhir ini kuliner di Indonesia sangat disukai banyak kalangan termasuk turis dari mancanegara. Wajar saja, karena Indonesia sendiri memiliki banyak makanan dengan...

Related news

Ketahui Manfaat dan Jenis Rak Gondola yang Sering Dipakai untuk Minimarket

BerandaJogja.com - Rak minimarket sangat penting peranannya bagi kebutuhan toko. Rak berfungsi untuk menampilkan produk, memudahkan pencarian barang, menghemat penggunaan ruang, dan...

Kenali 6 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Ala SehatQ

BerandaJogja - Jerawat bisa dikatakan sebagai salah satu masalah kulit yang paling sering terjadi. Di mana bisa membuat seseorang menjadi tidak nyaman...

CIMB Niaga Raih Penghargaan Utama Anugerah Inovasi Indonesia 2021

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih Penghargaan Utama kategori Sustainability atas Inovasi Literasi Keuangan Online yang dilakukan di tengah pandemi...

5 Makanan Indonesia yang Harganya Mahal Saat di Jual di Luar Negeri

Akhir-akhir ini kuliner di Indonesia sangat disukai banyak kalangan termasuk turis dari mancanegara. Wajar saja, karena Indonesia sendiri memiliki banyak makanan dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here