JK Academy, Ingin Jadi Jembatan Pemain Muda DIY ke Sepakbola Profesional

Berandajogjakarta.com – Ruang untuk berkembang bagi pemain-pemain sepakbola muda DIY dan sekitarnya kini semakin bertambah. Salah satu akademi muncul bermarkas di Lapangan Tamanan Bantul, yakni Julis Kwateh (JK) Academy.

Selama ini, pembinaan pesepakbola muda di DIY belum berjalan secara maksimal. Pasca selesai dari Sekolah Sepakbola, para pemain ini tak memiliki sarana berlatih intensif untuk memoles lebih jauh kemampuan fisik dan taktikal yang dibutuhkan menuju dunia profesional.

Gap inilah yang kemudian kerap menjadi jurang pemain dan dunia profesional. Tidak heran ketika para pelatih tim profesional apalagi timnas kerap kesulitan dalam meracik strategi karena basic taktikal kemampuan pemain yang baru diasah ketika menandatangani kontrak di tim pro.

Julius Kwateh, inisiator sekaligus pemilik JK Academy mengungkap akademi miliknya ingin berusaha menjadi jembatan bagi anak-anak berbakat dengan level sepakbola profesional. Jejaring pada pelatih dan klub di Indonesia dan beberapa negara yang dimiliki Julius menjadi nilai plus dari akademi tersebut.

“Kebetulan saya punya jejaring dengan klub di Indonesia dan beberapa negara di luar. Kami ingin jadi jembatan anak-anak muda di Indonesia khususnya sekarang di DIY dan sekitarnya untuk sampai pada level itu. Pertama kita harus olah dengan benar bakat mereka di akademi ini, mempersiapkan mereka,” ungkap Julius ketika berbincang dengan KRjogja.com, Senin (16/11/2020).

Julis memang cukup dikenal di dunia agency pemain Indonesia dan Asia. Nama-nama pemain berkualitas seperti Ahmad Jufriyanto Jupe, Patrich Wanggai hingga legiun asing PSS Zah Rahan berada dalam naungan pengelolaan Julius.

“Jadi di akademi ini ada tiga kelompok mulai yang 15 tahun, lalu 18 tahun dan 21 tahun. Kita mau tambah untuk senior nanti mungkin sistemnya akan kita buat maksimal agar kualitas benar-benar terjaga. Jadi, anak-anak muda ini setelah dari Sekolah Sepakbola bisa tetap berlatih maksimal untuk memaksimalkan talentanya. Kami punya gym, mess dan lapangan untuk latihan,” ungkapnya lagi.

Sementara pelatih JK Academy, Roberto Kwateh menambahkan materi fisik, taktik strategi serta atitude menjadi hal wajib diberikan pada 80 pemain yang kini sudah bergabung. Para pemain disiapkan untuk bisa menjalani atmosfer di sepakbola profesional yang berbeda dari tataran hobi.

“Attitude yang paling utama, baru setelah itu fisik dan kemampuan taktik. Kita selama ini punya masalah pemain pro yang lambat mencerna strategi pelatih. Ini yang kita tidak mau, bahwa pemain harus paham berbagai cara bermain sejak di akademi. Jadi ketika masuk timnas atau ke tim pro dia sudah siap,” ungkap pria yang juga eks pemain PSIM dan Persiba Bantul ini.

Di JK Academy, para pemain juga berkesempatan menimba ilmu tanding melawan pemain-pemain pro seperti saat klub-klub Liga 1 dan 2 menggelar TC di Yogyakarta, JK Academy menjadi lawan ujicoba. Beberapa pemain profesional seperti Antony Putro Nugroho, Zah Rahan, hingga Yevhen Baha dan Batata juga kerap kali turut dalam program latihan JK Academy saat liga libur.

“Minggu ini kami juga rencanakan try out ke Safin Pati untuk melawan tim mereka. Kami ingin belajar juga karena mereka punya akademi yang juga dikelola dengan baik. Mudah-mudahan kami bisa berbuat maksimal di JK Academy, biar tambah banyak anak Jogja yang main di pro dan juga timnas,” imbuh pemain asli Liberia yang anak sulungnya baru saja dipanggil timnas U-16 Indonesia ini.

Sumber: KRJogja.com

Latest news

5 Makanan Indonesia yang Harganya Mahal Saat di Jual di Luar Negeri

Akhir-akhir ini kuliner di Indonesia sangat disukai banyak kalangan termasuk turis dari mancanegara. Wajar saja, karena Indonesia sendiri memiliki banyak makanan dengan...

Manfaat Vaksin Flu untuk Dewasa yang Wajib Diketahui

Beranda Jogjakarta - Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia banyak dibahas tentang vaksin. Bukan hanya vaksin Covid saja melainkan juga vaksin flu. Seiring...

Mulai Hari ini, Pertokoan di Malioboro Tutup Pukul 19.00 WIB

BerandaJogjakarta.com - Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berlaku mulai Senin (11/01/2021) hari ini. Jajaran Satpol PP bersama aparat Polri dan TNI berusaha...

Gelar Pilkada di Masa Pandemi, Pemda DIY Luncurkan Aplikasi SIREKAP

BerandaJogjakarta.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku kondisi pandemi saat ini menimbulkan beberapa permasalahan sehingga menjadi tantangan baru pada pemilihan kepala...

Related news

5 Makanan Indonesia yang Harganya Mahal Saat di Jual di Luar Negeri

Akhir-akhir ini kuliner di Indonesia sangat disukai banyak kalangan termasuk turis dari mancanegara. Wajar saja, karena Indonesia sendiri memiliki banyak makanan dengan...

Manfaat Vaksin Flu untuk Dewasa yang Wajib Diketahui

Beranda Jogjakarta - Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia banyak dibahas tentang vaksin. Bukan hanya vaksin Covid saja melainkan juga vaksin flu. Seiring...

Mulai Hari ini, Pertokoan di Malioboro Tutup Pukul 19.00 WIB

BerandaJogjakarta.com - Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berlaku mulai Senin (11/01/2021) hari ini. Jajaran Satpol PP bersama aparat Polri dan TNI berusaha...

Gelar Pilkada di Masa Pandemi, Pemda DIY Luncurkan Aplikasi SIREKAP

BerandaJogjakarta.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku kondisi pandemi saat ini menimbulkan beberapa permasalahan sehingga menjadi tantangan baru pada pemilihan kepala...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here